kewajiban menuntut ilmu
Ceramah
I
Iriyani Fadirubun
6 Mei 2026
6 menit baca
2 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَ...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
{يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ} (المجادلة: 11)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Hadirin sekalian, para pemuda-pemudi yang dirahmati Allah. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah mempertemukan kita pada kesempatan yang mulia ini dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan atas kehadiran antum sekalian pada majelis ilmu hari ini. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan menuju majelis ini dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Di era digital yang serba cepat ini, kita sebagai generasi muda seringkali dihadapkan pada berbagai informasi yang begitu melimpah. Namun, sejauh mana kita mampu memilah dan memilih mana yang bermanfaat bagi agama dan dunia kita? Tema yang akan kita bedah bersama pada kesempatan kali ini sangatlah krusial dan mendasar bagi setiap muslim, khususnya bagi kita, para pemuda-pemudi. Yaitu mengenai Kewajiban Menuntut Ilmu.
Saudara-saudaraku yang mulia, menuntut ilmu dalam Islam bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban yang melekat pada diri setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Mujadalah ayat 11:
{يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ}
"Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
Ayat ini secara tegas menunjukkan keutamaan orang yang berilmu dibandingkan yang tidak. Ilmu adalah cahaya yang akan membedakan antara kebenaran dan kebatilan, antara jalan petunjuk dan kesesatan. Tanpa ilmu, kita akan mudah terombang-ambing oleh arus informasi yang menyesatkan, mudah terperdaya oleh syubhat, dan gampang terjerumus dalam kemaksiatan.
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri telah menegaskan pentingnya ilmu melalui banyak hadits. Salah satunya adalah sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
طلب العلم فريضة على كل مسلم
"Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap muslim."
Ini adalah perintah langsung dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Perintah yang sifatnya umum, mencakup setiap individu muslim, tanpa terkecuali. Dan sudah menjadi kaidah dalam Islam, bahwa perintah yang bersifat umum wajib untuk dilaksanakan.
Mengapa menuntut ilmu ini begitu ditekankan? Karena ilmu adalah pondasi utama bagi seluruh amal shaleh kita. Bagaimana kita bisa beribadah dengan benar jika tidak memiliki ilmu tentang tata cara shalat, zakat, puasa, atau haji? Bagaimana kita bisa memperbaiki diri dan masyarakat jika tidak dibekali ilmu agama dan ilmu dunia yang bermanfaat?
Ilmu yang dimaksud di sini bukanlah sekadar ilmu pengetahuan umum, melainkan mencakup dua hal. Pertama, ilmu syar'i, yaitu ilmu tentang agama Islam, yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Ilmu ini akan membimbing kita untuk mengenal Allah, mengenal Rasul-Nya, dan mengenal ajaran-Nya, sehingga kita dapat beribadah dengan benar dan ikhlas.
Kedua, ilmu dunia yang bermanfaat. Ilmu ini bisa berupa sains, teknologi, kedokteran, ekonomi, dan lain sebagainya, yang dapat kita manfaatkan untuk kemaslahatan umat, membangun peradaban, dan menjaga marwah diri serta agama kita di mata dunia. Islam tidak pernah melarang umatnya untuk menguasai ilmu dunia, justru mendorongnya asalkan ilmu tersebut digunakan di jalan Allah dan tidak menimbulkan mudharat.
Para ulama kita telah memberikan teladan yang luar biasa dalam hal menuntut ilmu. Mari kita lihat kisah Imam Syafi'i misalnya. Beliau dikenal sebagai seorang ulama besar yang menguasai berbagai cabang ilmu. Sejak kecil, beliau sudah hafal Al-Qur'an, lalu memperdalam ilmu fiqh, hadits, tafsir, bahasa Arab, bahkan ilmu-ilmu kalam dan filsafat yang saat itu berkembang. Beliau tidak pernah merasa puas, terus belajar dan mengajar hingga akhir hayatnya.
Kisah lain adalah para sahabat Nabi. Mereka adalah generasi awal yang mendapatkan ilmu langsung dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka tidak hanya belajar masalah ibadah, tetapi juga ilmu tentang strategi perang, pemerintahan, ekonomi, dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Karena bekal ilmu inilah, mereka bisa menjadi pemimpin umat yang adil dan bijaksana, serta mampu menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia.
Para pemuda-pemudi yang dirahmati Allah. Di zaman antum sekarang ini, sarana menuntut ilmu sangatlah beragam. Kita bisa belajar dari guru-guru kita di pondok pesantren atau sekolah. Kita bisa membaca kitab-kitab para ulama, baik secara fisik maupun digital. Kita bisa mengikuti kajian-kajian online di berbagai platform media sosial. Manfaatkanlah semua itu semaksimal mungkin.
Jangan jadikan keterbatasan waktu sebagai alasan untuk tidak menuntut ilmu. Ingatlah sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:
اغتنم خمسا قبل خمس: شبابك قبل هرمك، وصحتك قبل سقمك، وغناك قبل فقرك، وفراغك قبل شغلك، وحياتك قبل موتك.
"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa sempatmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum masa matimu."
Masa muda adalah masa yang paling tepat untuk menuntut ilmu. Tenaga masih kuat, pikiran masih jernih, dan waktu relatif lebih luang dibandingkan usia senja. Gunakanlah masa muda antum untuk mengumpulkan bekal ilmu sebanyak-banyaknya. Bekal yang akan menyelamatkan antum di dunia dan akhirat.
Apa hikmah besar dari menuntut ilmu? Yang pertama, ilmu akan mengangkat derajat kita di dunia dan akhirat, sebagaimana firman Allah yang telah kita sebutkan tadi. Yang kedua, ilmu adalah tangga menuju surga. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة
"Barangsiapa menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
Yang ketiga, ilmu akan menjauhkan kita dari kesesatan dan kegelapan. Dengan ilmu, kita akan mampu membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, mana yang sunnah dan mana yang bid'ah. Yang keempat, ilmu akan menjadi hujjah bagi kita di hadapan Allah. Semakin banyak ilmu yang kita miliki, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk mengamalkannya.
Namun, perlu diingat. Ilmu yang paling utama untuk dipelajari adalah ilmu tentang tauhid, tentang keesaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebab, tauhid adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Tanpa tauhid yang benar, semua amal ibadah kita akan sia-sia. Sebagaimana firman Allah dalam surat Az-Zumar ayat 65:
{وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ}
"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada orang-orang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi."
Oleh karena itu, sebagai generasi muda, mari kita jadikan menuntut ilmu sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Bangunlah semangat belajar dari diri sendiri. Cari tahu apa yang tidak kita ketahui. Jangan malu untuk bertanya kepada orang yang lebih tahu.
Bersemangatlah dalam mencari ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu dunia yang bermanfaat. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada. Jadikanlah Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai sumber utama dan panduan dalam setiap pencarian ilmu kita. Tuntutlah ilmu bukan hanya untuk mendapatkan gelar atau pujian manusia, tetapi semata-mata untuk mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala dan mengamalkannya demi kebaikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan agama.
Ingatlah, para pemuda adalah harapan bangsa dan ummat. Masa depan Islam ada di tangan kalian. Bekalilah diri antum dengan ilmu yang kuat, iman yang teguh, dan akhlak yang mulia. Niscaya, antum akan menjadi pribadi-pribadi yang sukses di dunia dan beruntung di akhirat, serta mampu membawa perubahan positif bagi kehidupan.
Marilah kita terus bersemangat menuntut ilmu, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada orang lain. Jadikanlah rumah kita, sekolah kita, dan lingkungan kita sebagai tempat yang penuh dengan cahaya ilmu dan keberkahan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membukakan pintu ilmu bagi kita, memudahkan langkah kita dalam menuntutnya, dan memberkahi setiap usaha kita. Aamiin.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada ucapan atau tindakan yang kurang berkenan di hati hadirin sekalian.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.